Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inter Milan Menghentikan Laju Kemenangan Liverpool Di Anfield


 Inter Milan Menghentikan Laju Kemenangan Liverpool  Di Anfield

Akhirnya laju kemenangan UCL Liverpool yang fantastis musim ini terhenti juga. Tujuh kemenangan beruntun Liverpool (termasuk menang terus menerus di babak fase grup) di UCL musim ini kandas di tangan tamunya Inter Milan. Penuh rasa hormat, kita harus mengakui taktik dan cara Inter Milan mengorganisir cara bertahan dan mengendalikan pertandingan malam tadi begitu bagus.

Namun kekalahan itu tidak menghentikan laju Liverpool ke babak Perempat Final UCL musim ini karena kekalahan 0-1 ini belum sanggup untuk menyisihkan Liverpool. Kekalahan 0-2 Inter Milan di Giuseppe Meazza dua pekan lalu adalah sebab utama gagalnya Inter Milan. Sehingga Inter tetap kalah aggregat gol 2-1 untuk Liverpool. 

Baca juga : Ulasan Pertandingan Liverpool vs West Ham United

Inter Milan bermain dengan ciri khas bagaimana mereka bermain. Mengendalikan lini tengah dengan sistem double blocking dan mengintrodusir Liverpool  dengan serangan balik lewat 'half wing' area tegak lurus antara bek dan CB   adalah taktik jitu Inzaghi malam tadi.

Dengan sistem semacam ini bola-bola dari Calhanoglu, Vidal dan Brozovic sering jatuh diantara setengah sayap Liverpool, ruang itu jadi ruang sempit yang dimanfaatkan oleh Sanchez dan Martinez. Terutama Martinez yang bermain sangat efisien dalam memanfaatkan ruang sempit dan peluang sekecil apapun.

Lima belas menit pertama Inter mengendalikan lini tengah dengan cara pressing yang akurat. Setiap pemain Liverpool menguasai bola, maka langsung 3 pemain Inter akan melakukan pressing. Selain mempersempit ruang gerak para pemain Liverpool, pressing itu juga akhirnya menekan psikis para pemain Liverpool sehingga mereka memaksa Fabinho, Thiago dan Jones untuk berbuat kesalahan. 

Kesalahan frontal yang terlihat adalah seringnya kendali bola yang lepas dari penguasaan para pemain Liverpool. Juga passing yang dirusak paksa dan akhirnya tidak efektif. 

Data menunjukkan Fabinho kehilangan bola 2 kali, Jones 2 kali, Thiago 2 kali, Mane 2 kali, Jota 2 kali, Matip 1 kali tetapi Mo. Salah sampai 6 kali. Ini adalah situasi yang buruk karena menunjukkan Liverpool terutama di lini tengah sulit untuk bebas dari tekanan Inter Milan. 

Brozovic dan Vidal adalah dua pemain Inter yang paling sering merusak alur bola Liverpool dari tengah ke lini depan.  Serangan sayap Liverpool juga tidak efektif karena Inter memaksa Robbo dan TAA tidak bebas untuk melakukan penetrasi. Situasi ini bertambah buruk dengan penampilan Diogo Jota yang jauh dibawah standard. 

Thiago dan Jones di babak pertama yang diharapkan akan menjadi motor penggerak lini tengah Liverpool dipaksa berkutat di area mereka sendiri. Pressing lini tengah Inter juga memaksa Jones dan Thiago memperlamban permainan. Terutama Jones yang teknik individunya terbatas sehingga tekanan 2-3 pemain lawan yang menghadangnya membuatnya sulit bergerak. Thiago masih sesekali bisa lepas dari tekanan lawan karena teknik individu dan olah bolanya diatas rata-rata tetapi akhinya Thiago sering dihentikan dengan pelanggaran keras. 

Itulah taktik Inter Milan. Organisir lini tengah yang mumpuni memaksa laju kecepatan para pemain Liverpool diperlamban dan dipaksa berbuat kesalahan. Klinis dan itu efektif. 

Mo. Salah dan Sadio Mane juga tidak banyak berkutik. Bahkan De Vrij dan Brozovic sering memancing dengan tekanan berlebihan kepada Mane. Mane memang pemain tempramental yang mudah untuk ditekan. Sementara Bastoni dengan disiplin tinggi memperlamban laju gerak Mo. Salah. Efektivitas Bastoni ini terlihat dari seringnya Mo. Salah kehilangan bola. Dan semua ini langsung mengeliminir sistem serang Liverpool. 

Jadi di babak pertama hal paling bisa disimpulkan adalah Inter Milan mampu merusak sistem permainan Liverpool. Memperlamban kecepatan, merusak daya serang passing dan trough pass serta organisir permainan yang sangat baik ketika melakukan transisi.

Babak kedua Liverpool sedikit mengubah kecepatan mereka. Kecepatan gerak bola dan pemain disingkronkan dengan passing yang akurat. Inter Milan tetap mengontrol lini tengah, pressing masih tetap terus dilakukan sehingga babak kedua pertarungan lini tengah jadi sangat ketat. 

Kesalahan passing Matip yang mampu dibloking Perisic dan langsung berbagi bola dengan Sanchez di sisi kanan gawang Alisson. Assist Sanchez ke Martinez yang langsung memanfaatkan ruang terbuka dari sudut kotak 16 dan dengan tendangan keras akurat, menjebol sudut jauh gawang Alisson.  Sebuah gol yang sangat bagus. 

Liverpool mencoba merespon gol Inter tersebut dengan bermain lebih cepat. Kesalahan Sanchez melakukan pelanggaran terhadap Fabinho akhirnya Sanchez diusir keluar lapangan menyusul kartu kuning pertama yang sudah diterimanya saat men-takel Thiago. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain (seperti biasanya) tak membantu jadi sebuah kemudahan bagi Liverpool. 

Inter tetap konsisten bermain rapat dan mengorganisir sistem bertahannya dengan rapi. Jordan Henderson dan Naby Keita masuk mengganti Thiago dan Jones hanya mengurangi kesalahan serta sedikit meningkatkan aliran bola ke lini depan. Tetapi lini depan bermain dibawah form terutama Diogo Jota yang dalam beberapa match terakhir tampil tidak konsisten. Sampai pluit panjang wasit, Liverpool gagal menyamakan skor dan akhirnya Liverpool menuai kekalahan pertama di UCL sekaligus di Anfield musim ini. 

Walau akhirnya tetap melaju ke babak Perempat Final, tetapi kekalahan dari Inter Milan yang bahkan bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-63, harus menjadi intropeksi buat Jurgen Klopp dan skuadnya. Menghadapi tim yang stabil sepanjang pertandingan harus dikaji dengan baik oleh Liverpool. Walau ada 3 peluang gol Liverpool mengenai tiang dan mistar gawang, itu bukan penghiburan yang menisbikan jauhnya kualitas permainan Liverpool. Lini tengah yang gagal bermain apik, sekali lagi dihukum dengan baik oleh Inter Milan.

Jurgrn Klopp menyatakan : " Peter Krawietz  selalu berujar  bahwa Keindahan sepakbola itu adalah ketika kita kalah di pertandingan yang benar" 

Maksud Klopp adalah kekalahan Liverpool ini terjadi di game yang benar, yaitu kalah hanya 0-1 saat di game ini Liverpool sudah unggul aggregat 2-0 sehingga hasil akhir tetap unggul Liverpool 2-1.

Dengan Liverpool melaju ke Perempat Final UCL musim ini, Liverpool pasti cukup terhibur dengan masuknya sejumlah dana sebesar 10,6 Juta Euro ke kas Liverpool dari UEFA. Dan di babak Perempat Final akan semakin berat karena klub yang berasal dari satu negara diperbolehkan bertemu. 

Masih melaju ke Babak 8 besar UCL, babak 8 besar Piala FA, serta masih masih masuk menjadi dua kandidat terkuat juara EPL musim ini adalah peluang terbuka bagi Liverpool untuk meneruskan langkah kuat ke babak selanjutnya. Seperti yang pernah saya tulis bahwa di babak seperti ini, kekalahan akan sangat menyakitkan. Masih beruntung Liverpool malam tadi kalah di "game yang benar". 

Semoga kekalahan malam tadi menjadi cemeti bagi Liverpool bahwa sekuat apapun tim ini dibangun dan dipersiapkan Liverpool tetap wajib mengevaluasi kekurangan, sehingga sisa musim ini tidak lagi mengalami kekalahan. 

Kekuatan yang digjaya itu bukannya tanpa kekalahan, tetapi dia mampu bangkit dengan cara yang benar, sehingga kekalahan bisa diubah menjadi jalan kemenangan yang sesungguhnya.


Sumber : Liverpool and Love 

#KoezArraihan