Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Catatan Ringan Hasil Drawing UCL Liverpool

Kenali lawan-lawanmu dari sejarah lalu jadikan hari ini untuk menghadapi mereka dengan cara yang benar. Mungkin pernyataan itu bisa menjadi nasihat yang baik bagi Liverpool untuk menyikapi hasil drawing pembagian Grup UCL musim ini.

Seperti dinyatakan Klopp untuk menanggapi hasil drawing tersebut :

" Saya tertawa keras ketika mengetahui hasilnya. Ini jelas merupakan grup yang tangguh. Di Liga Champion, Anda harus banyak melawan tim terbaik Eropa dan beberapa dari tim itu ada di grup kami "

" Kami sudah sering menghadapi Porto. Untuk Atletico, jelas kami masih memiliki hutang yang belum lunas. Sementara AC Milan, siapa yang tak kenal mereka, klub yang bersejarah "

Pernyataan Klopp pasti mengacu kepada cara Liverpool menghadapi ketiga tim dimasa lalu, dan kemudian seperti apa cara Liverpool saat ini untuk menghadapi mereka.

Dua musim lalu Liverpool gagal ditangan Atletico di babak 16 besar fase knock out, kita berharap Klopp kali ini memiliki cara yang jitu untuk menjinakkan Atletico. AM ditangan Diego Simeone adalah klub Spanyol yang selalu menerapkan "Antitesa sepakbola modern". Mereka memainkan cara bertahan yang rumit, tetapi melakukan serangan balik yang efisien, sederhana tapi sering mematikan. 

Lini tengah mereka seakan jadi gelandang bertahan semua saat diserang dan kehilangan bola,  padahal sesungguhnya tidaklah demikian. Karena kepiawaian mereka bertahan maka dua lini dari tengah dan  belakang jadi mata rantai tujuh pemain yang membentuk sistem pertahanan yang solid. Ketika melakukan serangan balik, mereka menjelma jadi lini tengah dengan daya serang yang tajam, dengan menggunakan dua sayap yang  bekerja sederhana tapi efektif. Itulah AM. 

Liverpool musim ini tidak boleh kalah dari AM di dua game fase grup away dan kandang. Apalagi mulai musim ini UCL tidak lagi menggunakan sistem 'keuntungan gol tandang'.  Jadi minimal, melawan ATM ini, Liverpool bisa mendapatkan dua poin. Bisa lebih dari dua poin, bagus !

Kemudian menghadapi FC Porto, Liverpool punya sejarah yang bagus. Bahkan Jurgen Klopp dan jajaran coach serta para pemain Liverpool pasti sangat hafal dengan pola permainan Porto ini. Pelatih Porto juga masih sama : Sergei Conceicao !

Ada sedikit perubahan pemain di lini depan Porto yang kini duet penyerang Antonio Martinez dan Mehdi Teremi serta gelandang energik Porto yang wajib dihentikan Liverpool adalah Luis Diaz, bintang Colombia, yang bermain bagus di Copa America baru-baru ini. 

Dengan tidak meremehkan serta tetap menaruh rasa hormat pada Porto, maka Liverpool seyogiyanya bisa maraup poin penuh di kedua game, tandang dan kandang. Enam poin. 

Kemudian, kita lihat AC Milan. Bagi Liverpool, AC Milan seakan akrab benar dalam sejarah UCL ini. Itu tidak lain karena Liverpool dan AC Milan pernah bertarung di final UCL tahun 2005 dimana Liverpool menjadi juara dengan disuguhi partai final yang dinyatakan sebagai final paling heroik dalam sejarah UCL sampai saat ini. Lalu, di tahun 2007 dua klub ini kembali bertemu di final UCL, dan kala itu AC Milan yang melakukan revans dengan mengandaskan Liverpool di final dengan 2-1. Dua gol Inzhagi yang bikin sesak fans Liverpool kala itu, hanya bisa dibalas Dirk Kuyt satu gol. Tapi uniknya, titel juara 2007 inilah adalah trophy terakhir mereka di pentas Eropa, dan sampai saat ini belum lagi dapat mereka ulangi. Sudah 13 tahun tanpa gelar UCL. 

Dan anehnya, selama ini AC Milan itu juga belum pernah bertemu AC Milan di fase grup. Jadi head to head AC Milan dan Liverpool hanya di dua partai final itu saja. 

Saat ini, AC Milan bisa dikatakan, belum kembali ke sejarah hebat mereka di masa silam itu. Di musim ini mereka memiliki striker utama yang sudah dikenal baik oleh fans Liverpool pastinya itu, yaitu Olivier Giroud, mantan pemain Arsenal dan Chelsea. AC  Milan juga punya gelandang energik Sandro Tonali. 

Liverpool harus memanfaatkan kondisi AC Milan yang belum stabil, juga karena materi pemain yang dimiliki tidaklah skuad terbaik di Seri A. Paling tidak dari AC Milan, Liverpool bisa meraih poin penuh di Anfield dan bisa minimal meraih 1 poin di San Siro. Liverpool wajib dapat 4 poin dari AC Milan. 

Dengan minimal dua poin dari AM, enam poin dari Porto dan 4 poin dari AC Milan, sehingga Liverpool minimal meraih 12 poin dan itu sudah sangat aman lolos ke babak knock out.

Jelas, ini hanya hitungan kasar dan mungkin berlebihan. Tetapi sepanjang Liverpool tidak dilanda cedera pemain penting, dan stadion Anfield masih terus diperbolehkan menerima penonton secara normal, maka Liverpool memiliki peluang bagus di UCL musim ini. 

Ada Afcon di bulan Januari 2022 dan biasanya UCL sudah menyelesaikan pertandingan fase grup di bulan Desember 2021.  Dengan demikian walau Liverpool berada di grup yang keras, tetapi karena  Klopp sudah pernah bertarung melawan AM dan Porto maka kita berharap Liverpool bisa lebih baik musim ini dalam meladeni kedua tim tersebut. Serta bisa memaksimalkan kekuatan tim untuk meladeni AC Milan. Apalagi Liverpool sudah pernah menghadapi Napoli dan Atlanta, dua tim dari Seri A. 

Baca juga : Ulasan Singkat Pertandingan Liverpool vs Burley

Ini hanya analisa sederhana, semoga bisa menjadi pengetahuan sekilas bagi kita semua. Dan kita harapkan Liverpool bisa mengulangi kiprahnya di tahun 2019 yang lalu.


Sumber FB : Liverpool and Lover