Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CARA BISNIS ALA ABDURRAHMAN BIN AUF

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Rasulullah yang sangat sukses dalam berbisnis, beliau adalah sosok yang sangat dermawan, kaya raya, dan sangat Soleh, kesuksesan bisnisnya sangat menakjubkan. Memulai bisnis dari nol tanpa modal sepeserpun itu hal yang tidak muda bagi orang awam seperti saya ini, tapi dengan keuletan dan kerja Abdurrahman bi Auf, dia mampu sukses di Madinah dalam waktu kurang dari tiga bulan, itu kesuksesan yang sangat luar biasa.

Bagaimana ya rahasia bisnisnya, saya pun jadi penasaran, yuk kita simak sama-sama penguraian prinsip bisnis yang diterapkan oleh Abdurrahman bin Auf. "Saya tidak mau keuntungan yang banyak" itulah kata-kata sederhana yang ucapkan oleh Abdurrahman bin Auf ketika berbisnis, Abdurrahman bin Auf lebih memilih mencari keuntungan yang sedikit, marginnya kecil namun volume penjualan yang besar.

Dalam berbisnis ia lebih memilih mendapatkan keuntungan Rp100 perak tapi dalam jumlah penjualan yang banyak daripada mendapatkan keuntungan Rp1000 tapi hanya terjual satu produk, inilah sebuah orientasi bisnis yang sangat berlian. Ketika anda memulai berbisnis jual dengan harga yang sangat murah namun dengan keuntungan yang kecil maka kiita berorientasi pada volume penjualan yang baik, semakin banyak orang datang ke tempat kita semakin baik pula, karena seiring dengan waktu kita akan mendapatkan keuntungan dengan perputaran penjualan yang sangat besar.

Prinsip berikutnya adalah penjualan usahakan dilakukan dengan cara tunai, Abdurrahman bin Auf menyarankan lebih baik barang kita laku dengan keuntungan 100 daripada laku dengan keuntungan satu juta tapi, karena beliau lebih mengutamakan kecepatan dalam likuiditas, hari ini terjual hari ini juga dapat uang, secara umum akan mengambil barang lagi dan besok akan dijual lagi, walaupun tidak menolak transaksi secara kredit tapi Abdurrahman bin Auf lebih suka dan lebih menyarankan untuk melakukan transaksi bisnis dengan cara tunai.

Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya dengan modal integritas bukan dengan uang, kita tahu sesampainya di Madinah Abdurrahman bin Auf tidak memiliki uang sepeser pun, ia pun pergi ke pasar melihat apa yang layak dijual di sana kemudian ia membangun kerjasama dengan seorang pengrajin alat pertanian di Madinah, ia minta izin untuk mengambil barang hari ini untuk kemudian dibayar esok hari setelah barangnya laku, seperti itulah cara beliau berbisnis.

Waktu kurang dari sebulan beliau pun telah memiliki sebuah kios, di pasar bisnisnya pun berlanjut ke bisnis properti, ia mengajak kerjasama seorang pemilik lahan yang ada di dekat pasar Madinah untuk membangun sebuah pasar yang baru, yaitu pasar modern yang jauh lebih baik. Abdurrahman bin Auf menyediakan modal untuk membangun pasar tersebut.

Pasar tersebut sistem kerjasama yang dibangun adalah bagi hasil, dalam waktu singkat semua lapak dan kios yang telah dibangun oleh Abdurrahman bin Auf pun telah disewakan oleh para pedagang, biaya sewa pun tidak ditentukan setiap pedagang boleh membayar sewa dengan seikhlasnya, inilah modal bisnis penting yang telah dingin ajarkan kepada kita oleh Abdurrahman bin Auf bahwa integritas jauh lebih penting dari sekadar uang. Integritas inilah yang membuat Abdurrahman bin Auf mendapatkan kesuksesan bisnis yang sangat luar biasa.

Abdurrahman bin Auf dalam setiap mengambil keputusan, beliau selalu mencoba memahami apa kebutuhan dan apa keinginan dari konsumen, pemahaman yang baik terhadap pasar membuat beliau mendapatkan kesuksesan yang sangat luar biasa, kejelian dalam melihat pasar sangat terbukti ketika Abdurrahman bin Auf membangun sebuah pasar yang berdekatan dengan pasar Madinah yang telah ada pada saat itu, beliau menemukan kondisi bahwa pasar Madinah dalam kondisi kumuh, sempit yang membuat ketidaknyamanan bagi para pedagang ataupun para penjual.

Memahami kondisi tersebut Abdurrahman bin Auf pun memutuskan untuk membuat sebuah pasar baru yang ada disekitar pasar Madinah dan terbukti keputusan itu adalah keputusan yang benar. "Bekerjalah untuk mencari keberkahan bukan semata-mata mencari keuntungan" itulah nasehat yang ingin disampaikan oleh Abdurrahman bin Auf kepada kita, prinsip ini dibekali dengan sangat sungguh-sungguh oleh Abdurrahman bin Auf dalam berbagai tindakannya.

Salah satu contoh nyata adalah ketika Abdurrahman bin Auf memutuskan untuk membeli seluruh kurma busuk yang ada di Madinah pada saat itu, pada saat itu kaum muslimin mengikuti panggilan perang jihad fisabilillah, sepulang dari perang Tabuk mereka terlambat memanen kurma yang ada di kebun-kebun kurma mereka, sehingga sebagian besar kurma mereka telah membusuk.

Mengetahui kondisi tersebut Abdurrahman bin Auf tergerak untuk membantu meringankan beban para petani, ia pun memutuskan untuk membeli seluruh kurma yang ada di Madinah, Abdurrahman bin Auf membeli kurma tersebut dengan harga yang wajar, dengan tujuan utamanya satu, ingin meringankan beban mereka dan mencari keridhaan Allah.

Beberapa waktu kemudian datang utusan dari Yaman, utusan tersebut sengaja datang untuk mencari kurma busuk sebagai bahan untuk obat-obatan, terciptalah kesepakatan transaksi antara Abdurrahman bin Auf dengan utasan dari Yaman tersebut, membeli seluruh kurma yang dimiliki oleh Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat, sebuah hasil yang sangat luar biasa.

Inilah cara Allah membalas bagaimana orientasi bisnis Abdurrahman bin Auf yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan mencari keridhaan Allah langsung dibayar dengan keuntungan yang berlipat ganda, dalam berbisnis kita belajar untuk berorientasi kepada keridhaan Allah kita belajar untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat memberi manfaat terbaik kepada mereka, yang pada akhirnya keuntungan pasti akan datang kembali lagi kepada kita.

Keuntungan adalah efek samping dari tujuan bisnis kita, bukan sebagai tujuan utama, prinsip bisnis yang diterapkan Abdurrahman bin Auf dalam berdagang adalah, beliau memastikan bahwa semua barang yang dijualnya adalah barang yang berkualitas, andaikata barang tersebut ada cacat maka Abdurrahman bin Auf akan menyampaikan secara jujur kepada konsumen.

Beliau akan memberitahukan apa kekurangannya dan dimana cacatnya, jaminan kualitas atas barang yang dimilikinya dan kejujuran apabila terdapat barang yang kurang berkualitas, membuat konsumen sangat percaya terhadap semua barang yang dijualnya, kepercayaan konsumen inilah obat atau ramuan sehingga bisa melakukan proses pengembangan bisnisnya.

Pelajaran penting yang bisa kita ambil dari prinsip bisnis ala Abdurrahman bin Auf adalah bahwa kita tahu modal uang bukanlah modal yang paling utama, modal integritas dan personaliti adalah hal penting yang akan membuat kita lebih muda sukses dalam berbisnis, hal penting yang bisa dijadikan catatan adalah bisnis berorientasi pada volume penjualan, ambil keuntungan yang kecil asalkan volume penjualannya besar.

Melakukan bisnis dengan cara tunai daripada dalam bentuk kredit, karena akan ada resiko yang harus kita tanggung, dalam bisnis secara kredit ketika pembelian dilakukan secara non tunai kita membutuhkan modal yang lebih besar dan perputaran uang pun mungkin akan terhambat.

Hal penting lain yang dapat kita jadikan pelajaran adalah berbisnis lah untuk melayani masyarakat dan dalam proses melayani pasti kita akan mendapatkan keuntungan, berbisnis lah untuk mencari Ridha Allah bukan semata-mata untuk mengejar uang, dengan cara ini kita lebih menikmati bisnis kita, dan pada akhirnya kesuksesan akan mudah kita raih.