Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Suporter Garis Keras Paling Ditakuti Di Inggris Sejak Dulu Hingga Sekarang


Seperti kata Kebanyakan orang sepak bola tidak ada artinya tanpa para penggemar yang mengelilingi lapangan, jika diperhatikan, hal itu memang benar adanya, riu serta gemuruh yang ditimbulkan para penggemar menjadi faktor penting dari terciptanya sebuah pengalaman dramatis dalam sebuah pertandingan, hal itu bisa dilihat pada sepak bola saat ini.

Ketika pandemi menyerang bumi, meski sebuah pertandingan tergolong sengit, rasanya tetap ada yang kurang ketika tidak dilengkapi dengan sorakan para pengemar, sejumlah pesepakbola juga merasakan hal tersebut, mereka merasa ada yang beda dari biasanya, ketika berhasil mencetak gol dan menghampiri tribun mereka harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa perayaan nya kali ini tak cukup berarti.

Para penggemar yang terdapat di seluruh dunia juga memiliki keistimewaan masing-masing, ada mereka yang suka timbulkan suara bising, ada juga yang kerap memasang koreografi menari, ada pula yang mendukung tim kesayangan dengan sepenuh hati sampai kerap timbul kerusuhan, ketika timnya menerima kekalahan atau mendapat hinaan dari penggemar lawan suporter semacam ini biasanya disebut Hooligan atau fans garis keras.

Suporter dengan tipe tersebut banyak ditemukan di belahan bumi Inggris, seperti diketahui Inggris dikenal sebagai gudangnya sepak bola, maka wajar bila suporter fanatik layak dimasukkan ke dalam bagian dari kemeriahannya.

Disana terdapat sejumlah suporter garis keras, seperti West Ham Inter City Firm yang akan selalu setia mendukung tim berjuluk The Hammers, keberutalan mereka sangat dikenal dari kartu yang mereka tinggalkan di tubuh korban yang telah diserang, biasanya kartu tersebut berbunyi "selamat anda telah bertemu I.C.F" Selain itu ada Portsmouth, Six Point five seve, Red Army, hingga yang paling dianggap menakutkan Millwall Bushwacker.

Millwall Bushwacker dikenal sebagai pengemar sepak bola paling keras asal Inggris, mereka dianggap kejam dan memang tak takut akan apapun, dalam buku autograft karya tulis Colin Blaney yang berjudul The Undesirables, Bushwacker merupakan salah satu dari empat kelompok suporter garis keras yang paling ditakuti, nama Bushwacker sendiri diambil dari istilah di Amerika Serikat, para pelaku serangan dari pihak militer pada perang saudara itu disebut Bushwacker.

Keganasan para penggemar Millwall sudah bisa dilihat sejak lebih dari 100 tahun lalu, ketika itu atau tempat pada tahun 1906 mereka terlihat kekerasan dengan suporter West Ham, para pengemar yang mayoritas seorang guru rela mendukung Millwall dengan sepenuh hati, mereka tak kenal ampun dan tak takut mati, ketika ada suporter lawan yang meneriaki.

Di pertandingan melawan West Ham ketika itu, penggemar Millwall banyak menimbulkan kerusuhan karena merasa tidak terima ketika ada dua pemain andalannya dikeluarkan dari lapangan, pada era 1920an kengerian suporter Millwall terus berlanjut.

Ketika mereka berhadapan dengan Newport County kiper dari kubu lawan harus ditandu keluar dan mendapat penanganan medis karena terlibat baku hantam dengan penggemar Millwall di bangku penonton, buntut dari kerusuhan itu Millwall dilarang tampil dengan penonton selama kurang lebih 2 minggu.

Tak sampai disitu saja nyaris setiap 10 tahun sekali suporter Millwall selalu menimbulkan kerusuhan, di mana salah satunya atau tepat pada tahun 1950, tak hanya dilarang datang ke Stadion, para penggemar Millwall juga didenda karena terbukti menyergap seorang hakim garis.

Berganti tahun organisme di Inggris semakin meluas dengan Millwall masih dan akan terus menjadi yang paling ditakuti, pada era 60an atau ketika bertemu dengan Brentford penjaga gawang tim lawan mendapati sebuah benda yang di duga granat yang dilempar ke arahnya, setelah segera menghindar dan memanggil petugas keamanan, benda yang dilempar oleh suporter Millwall kearah gawang itu hanyalah sebuah boneka yang tidak berbahaya, meski begitu aksi para suporter Millwall kerap menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan kubu lawan.

Namun meski sudah dicap buruk dan kerap mendapat hukuman serta denda para suporter Millwall sama sekali tak mengubris itu, mereka tetap berkeliaran dengan bebas dan tak ragu membuat kerusakan bila ada suporter lawan yang berani menantang.

Sejumlah cidera hingga kerusakan salah satu bagian tubuh manusia tampak biasa, ketika para suporter Millwall sudah Tunjukkan taringnya, Bushwacker tersendiri memiliki setidaknya 92 musuh kelompok suporter berbeda di Liga Inggris, tapi yang jelas kebencian mereka paling kental kepada pendukung West Ham.

Selain West Ham permusuhan yang kental juga tercipta dengan pendukung pendukung lainnya seperti Charlton Athletic, Crystal Palace, Gillingham, Leeds United, dan Portsmouth, salah satu rivalitas paling ganas yang menyeret nama Millwall adalah ketika saling lempar cacian pedas dengan suporter Leeds, suporter Leeds yang kerap disebut sebagai Leeds Unites, Service Crew menjadi nama kelompok garis keras pendukung Leeds sejak 1974.

Millwall Bushwacker dan Leeds United Service Crew, sudah saling bertemu, tapi sejauh kabar yang dihimpun tidak ada cerita keributan fisik antara kedua kelompok tersebut, tapi dari All Leeds TV hanya diperlihatkan bahwa kedua pendukung itu saling hina saja, tanpa adanya baku hantam, meskipun ada saja aksi provokasi dari masing-masing, pada hal kedau kelompok Hooligan ini lah yang paling menyebalkan di Inggris.

Yang tak kalah menghebokan adalah bentrok antara suporter Millwall dan Tottenham Hotspur, sekitar tahun 2017 lalu deretan mobil polisi di parkir di seluruh kawasan London Utara, dengan ratusan petugas berpatroli disana, terutama di sekitar stadion White Hart Lane yang merupakan kandang Tottenham Hotspur.

Penjagaan ketat yang di lakukan para polisi itu bertujuan untuk menerima kedatangan sebanyak 4 ribu suporter Millwall yang akan mendukung teamnya di White Hart Lane di ajang piala FA, para suporter Millwall langsung di iring ke stadion tanpa di perbolehkan untuk mampir ke tempat terdekat.

Para petugas keamanan khawatir bila mereka timbulkan kericuhan, para polisi sudah paham betul bila para suporter Millwall memang punya reputasi sebagai pengembar yang paling kejam dan ditakuti, meski bentro kecil antara kedua suporter sempat terjadi dijalanan London, polisi masih bisa menangani, hanya saja hinaan yang terus terlempar dari dua kubu tak bisa terhindarkan.

Satu lagi momen yang membuktikan bahwa suporter Millwall tidak kenal mati adalah ketika sebuah berita mengambarkan kalau salah satu dari mereka telah menantang teroris, diberitakan seorang suporter sepak bola Millwall, Roy Larner terluka di bagian kepala, dada, dan tangan, luka-luka tersebut ia dapatkan ketika mebela diri melawan teroris di sebuah bar dan restoran bernama Black & Blue.

Suporter klub asal London itu mengungkapkan kisahnya setelah selamat dari 8 tusukan oleh sekelompok orang di London Bridge, ia melawannya dengan tangan kosong, "Persetan kalian, aku penggemar Millwall".

Bagaimana menurutmu gaes?, itu adalah beberapa kisa suporter yang terjadi di liga Inggris, liga yang cukup seruh di Eropa saat ini.